RSS

Menurut gue, Juliet itu Bodoh!

03 Jan

sepenggal obrolan gue dengan seorang kawan membahas tema gak penting, perihal cinta, cinta mati, cinta buta atau apalah itu..

Juliet akhirnya memilih mati. Ia menegak racun dan tubuhnya terkapar disisi Romeo… Bagi banyak orang, kisah Romeo dan Juliet adalah simbol kesejatian plus ketulusan cinta. Tapi lain hal dengan yg ada di kepala gue. Menurut gue, Juliet itu bodoh!

“Bukankah kebodohan terbesar di dunia ini adalah ketika seseorang memutuskan untuk membunuh dirinya sendiri?” gw berujar.

“Walaupun itu dilakukan atas nama cinta? sahut kawan sambil mengerutkan kening.

“Ya,” balas gw.

“Kebodohan sampai kapanpun akan tetap menjadi kebodohan walaupun dilakukan atas nama cinta…”

“Lho, bukankah cinta itu memerlukan pengorbanan?” sanggah kawan gw.

“Pengorbanan yang dilakukan tanpa logika adalah pengorbanan yang sia-sia. Terbukti, ketika Juliet memilih mati, kisah mereka berakhir. Coba kalau Juliet memilih hidup, mungkin kisahnya akan berakhir dengan bahagia. Menurut gw kematian Juliet bukan semata-mata karena rasa cintanya yang sejati, tapi semata-mata agar ceritanya menjadi menarik. Bukankah cerita yang berakhir dengan tragis akan lebih menarik? Sampek Engtay, Siti Nurbaya, misalnya…” gue membela diri.

“Jadi pengorbanan Juliet bukan karena cinta sejatinya pada Romeo?” tanya kawan.

“Sudah jelas, khan?”

“Trus apa artinya pengorbanan Juliet?” tanya nya lagi.

“Bagi Romeo, pengorbanan Juliet nggak berarti apapun. Soalnya orang yang udah mati nggak mungkin merasakan cinta lagi. Tapi bagi gw, kematian dan pengorbanan Juliet bisa jadi pelajaran penting :
jangan sampai cinta itu membuat kita buta dan kehilangan logika” Tegas gw.

“Sob, Pernah nonton film titanic? kapal tenggelem” tanya gw.

Kawan mengganguk lagi,

“Cinta Rose kepada Jack pun nggak kalah tulus dengan cintanya juliet kepada Romeo. Tapi ketika Jack akhirnya mati, bukan berarti Rose lantas bunuh diri. Cintanya yang besar dan rasa kehilangan nggak membuatnya kehilangan kendali. Kendali itu tetap ada di otaknya. Itulah cinta sejati.”

“Maksudnya ?”

“Di pemikiran gue, Kita selalu menyambut kedatangan orang yang kita cintai dengan mata dan hati yang berbinar-binar namun selalu mengiringi kepergiaannya dengan air mata dan keputusasaan. Cinta sejati adalah ketika kita menerima kepergiannya dengan ketulusan yang sama ketika kita menyambut kedatangannya. Karena pengorbanan terbesar adalah ketika kita harus tetap hidup sementara orang yang kita cintai telah mati…”

 
Leave a comment

Posted by on January 3, 2012 in Aksara tanpa Rasa, Selewat Kata

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: