RSS

Hari ini dia pasti datang

13 Dec

14 Maret 2009

Sedikit grogi aku disini berdiri di hadapanmu.

Aku letakkan undangan itu di atas meja kerjamu.
“Kali ini benar datang ya,” pintaku.
Hening, kau hanya membisu seolah mengacuhkan surat undangan tersebut.

Aku tersenyum simpul, semanis mungkin, kuharap kamu suka, kemudian aku berlalu.

17 Maret 2009
Akhirnya hari itu tiba.
Hari dimana akhirnya kau mau datang ke pesta ulangtahunku,
sudah 2 tahun harapanku dibuat beku oleh ketidakhadiranmu.

Lihatlah, aku sudah dewasa sekarang.
Pipi dan bibirku sudah dibuat merah merona,
yang kuharap bisa membuat hatimu berdesir.
Hari yang sama, pukul 22.00
“Sudah, tak perlu kamu tunggu dia lagi. Dia dari dulu hanya dapat berjanji tanpa pernah ditepati.” kata Ibuku.
“Tidak, Ibu. Hari ini dia pasti datang.” senyumku, yakin.

Dua jam lagi hari ini akan berlalu,
tidak terlihat tanda- tanda kehadirannya.
Tidak ada kabar sama sekali,
seakan – akan dia sudah mati.

Ini sudah saatnya.
Tanpa peduli pandangan hangat dari Ibuku,
dan balon – balon yang seakan ingin menghibur tapi ragu.
Kutusuk leherku tiga kali,
sambil berbisik dalam hati, “datang ya ke pemakamanku, Bapak. Besok pagi.”

 
Leave a comment

Posted by on December 13, 2011 in Aksara tanpa Rasa, Weirdo Side of Me

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: