RSS

Buatku, Kamu Nyata…

20 Aug

Noel dan Zahra, sepasang kekasih yang hidup di dua dunia.

Noel, pergi ke Jerman, meneruskan S-2.
Zahra, tetap ada di Jakarta, menunggu Noel.

Zahra: Jangan meremehkanku, sayang. Apakah menurutmu aku hanya akan berfikir 2 kali untuk meninggalkanmu? Kamu hawa sejuk untukku, Noel. Ingat itu.
Dengan senyum lebar, Noel menjawab: Alhamdulillah. Semoga kita tidak akan diperlemah dengan jarak dan waktu, tunggu aku, Zahra, hanya 2 tahun.
Zahra: Kita yang sudah 4 tahun tidak akan mudah dikalahkan oleh jarak dan waktu yang hanya 2 tahun, Noel.

Berbekal dengan pembicaraan itu, Noel pergi, ke Jerman, membawa cinta dan harapan.

Ternyata hubungan jarak jauh tidak semudah yang mereka kira. Perbedaan waktu di antara mereka cukup besar, seperempat hari. Noel sangat sibuk dengan tugas dan perjuangannya dalam beradaptasi. Zahra mencoba menyibukkan diri dengan menjalani hobby baru, menari jadi dunianya sekarang.

Sesibuk apa pun Noel, dia selalu menyempatkan diri mengirim sms kepada Zahra, setiap jam 7 malam di waktu Jerman, untuk membuka hari yang baru untuk Zahra di Jakarta. “Selamat datang hari yang baru untukmu, Zahra. Ingat aku, aku ada. I Love You.” Kurang lebih begitulah bunyi sms yang dikirim Noel, untuk Zahra setiap jam 7 malam, agar sampai pada pukul 0.00 di Jakarta.

Seiring waktu, Noel mulai merasa kesulitan mengirim sms untuk Zahra setiap jam 7 malam, tugasnya semakin menggila, sampai terkadang dia merasa tidak akan mampu mengirim sms yang sama dengan waktu yang sama setiap hari. Sempat terpikir untuk menggunakan fasilitas automatic sending, fitur yang akan sangat mempermudah niatnya untuk selalu membuka hari yang baru untuk Zahra. Bahkan Zahra belum tentu akan tahu. Tapi, Noel merasa dia harus menepati janjinya untuk selalu ada untuk Zahra, untuk menjadi orang pertama yang menyelamati hari baru yang datang, tanpa bantuan apa- apa.

1 tahun sudah berlalu, Noel dan Zahra sudah mulai jarang berkirim sms. Dari kata- kata cinta yang biasanya selalu ada setiap hari, menjadi rutinitas Zahra yang membalas sms Noel dengan kata- kata yang juga sama, “Terima kasih sayang, aku sayang kamu.” Mereka tidak pernah ada waktu untuk saling melihat di webcam, kecuali hari Minggu.

Meskipun begitu, Noel tetap bahagia. Noel merasa dia dan Zahra sedang sama- sama berusaha untuk menepati janji, sama- sama berusaha untuk membunuh keraguan yang biasanya muncul di tengah- tengah pasangan jarak jauh, sama- sama menegaskan bahwa tidak semua yang nyata itu bisa diraba. Noel bahagia.

Apakah Zahra bahagia? Ya. Zahra bahagia, hobby barunya membuatnya bisa menghabiskan waktu dengan menyenangkan, teman- temannya bertambah, dan Noel tetap masih sayang dengannya.

Ada satu hal yang ganjil disini, mengapa fakta bahwa Noel tetap sayang dengannya ditempatkan di urutan terakhir dari urutan- urutan alasan kenapa Zahra bahagia?

Ya, Zahra muak. Zahra lelah kangen. Zahra ingin sekali menyentuh Noel, melihat ke dalam matanya, mencium wangi tubuhnya – bau kayu manis khas milik Noel, untuk sadar bahwa semua yang mereka miliki itu nyata. Sekarang, Zahra mempunyai teman baru, Pandu. Pandu seorang pengusaha muda, tampan, dan yang paling penting, selalu ada buat Zahra.

‘Aku capek, Noel. Setahun lagi itu masih lama.’ Zahra membuka percakapan di hari Minggu.
‘Sayang, sabar sayang. Ingat…. Kita sudah bisa mengalahkan setahun, berarti kita sudah punya senjata 5 tahun untuk melawan 1 tahun yang tersisa ini.’ Noel tersenyum di webcam, seakan maklum dengan Zahra.
‘Ya, tapi aku kangen. Aku kangen tangan kamu, wajah kamu, wangi kamu, semua yang bisa aku sentuh dari kamu.’ Ekspresi Zahra mulai tidak enak dilihat.
‘Sayang, yang penting kita ada, kita nyata. Sabar ya… Setahun lagi, sebentaaaaar lagi..’ Noel mulai lelah untuk memaksa dirinya maklum dengan keluhan Zahra.
‘Buatku, yang nyata itu adalah sesuatu yang bisa kuraba. Kamu tidak nyata untukku sekarang, kamu tidak bisa kuraba. Aku ingin sesuatu yang selalu bisa kuraba, kuhirup baunya. Pandu nyata, dia bisa diraba, dan selalu ada.’ Jawaban Zahra membuat Noel tidak tahan, dan akhirnya memutuskan untuk mematikan laptopnya.

Dua bulan penuh, Zahra tidak dapat menghubungi Noel. Handphone, msn, YM, skype, dan facebooknya, semua tidak aktif. Ada perasaan yang baru mengganggu. Perasaan yang tidak akan pernah dia raba, tapi sangat jelas terasa. Pandu masih mau diraba, masih ada di Jakarta untuk dia, tapi entah kenapa, lama kelamaan Zahra lebih memilih untuk sendirian di rumah, meratapi perasaannya yang baru.

Bila hanya hal yang bisa diraba itu yang nyata, bagaimana dengan semua hal yang dirasa?
Apakah semua rasa itu fana?
Apakah semua hal yang bisa diraba itu nyata?

Tepat setahun setelah pembicaraan terakhir Zahra dengan Noel, datanglah sebuah kiriman paket untuk Zahra.

Sebuah kotak, berwarna hitam, dengan tulisan tangan di bagian tutupnya.

“Zahra, kamu nyata bagiku. Ingatkah kamu, saat kita tidak bertemu selama 3 bulan karena aku harus menemani ayahku? 3 bulan kita tidak saling meraba dan tidak saling menghirup wangi masing- masing. Bagiku, kamu tetap nyata. Tetap nyata, tanpa berkurang sedikit pun kadarnya. Bahkan, menurutku, kamu menjadi sesuatu yang lebih nyata dari sebelumnya. Karena, Zahra, kamu nyata ketika aku menyentuh wajahmu, menghirup wangimu. Kamu nyata ketika aku hanya bisa mendengar suaramu selama satu menit, karena tarif yang mahal. Bahkan kamu tetap nyata ketika kita tidak bisa berhubungan sama sekali, bayanganmu di otakku nyata. Apa yang kurasakan ketika aku mengingat kamu, itu nyata.

Bisa kah kamu menyentuh perasaan, Zahra? Aku yakin tidak.
Perasaanmu bisa tersentuh, tapi kamu tidak bisa menyentuhnya dengan sengaja, hanya untuk memastikan bahwa itu nyata.
Kamu merasakannya, Zahra.
Ada beberapa hal yang tidak harus bisa diraba, tapi kamu tahu mereka nyata.
Dan…….untukmu, aku tidak nyata.
Aku baru nyata ketika bisa diraba.

Zahra, kamu muncul di otakku saat aku mencuci muka.
Ya, saat aku mencuci muka.
Saat aku memejamkan mata, dan membilas sabun di mukaku, kamu ada.
Kamu ada di otakku, kamu nyata, aku rasakan itu.

Itulah, Zahra, mengapa aku tetap bersama kamu selama 5 tahun ini.

Zahra, aku fana untukmu.
Tapi karena aku begitu mengagumimu,
aku akan berusaha untuk menjadi nyata untukmu.

Cobalah rasakan, cobalah raba, aku yang nyata.

Noel”

Ketika Zahra membuka kotak itu, terlihat,
usaha terakhir Noel untuk menjadi nyata untuknya.
Foto mereka berdua ketika pertama kali bertemu,
tapi bukan itu yang penting.

Noel memberikan jantungnya yang diawetkan,
dan tangan kanannya, dalam posisi menggenggam.

Didalam genggaman tangan itu,
ada secarik kertas, berbunyi..

“Ini jantungku, yang selalu berdetak kencang untuk kamu. Sekarang jantungku bisa diraba. Dan ini, tangan kananku, tangan yang dulu selalu kamu genggam. Kamu bisa menggenggamku dimana pun kamu ada. Aku nyata, dan bukan fana.”

 

 
6 Comments

Posted by on August 20, 2011 in Weirdo Side of Me

 

6 responses to “Buatku, Kamu Nyata…

  1. Disa Tannos

    August 20, 2011 at 8:37 am

    Yah Bom sedih amat ):

     
    • bomsq

      August 20, 2011 at 8:41 am

      haha..iya..sengaja..aslinya mah nggak, tapi sengaja gue dramatisir dan gue buat ‘sdikit seram’ walopun sedih sih hehe..

       
  2. koprolkata

    August 20, 2011 at 8:58 am

    Tau nih… Kenapa harus tragis begindang bom?😦

     
    • bomsq

      August 20, 2011 at 9:01 am

      sekali – sekali bikin cerita tragic gore gitu uni hehe.. ini udah bikin draft satu lagi cerita fiksi pendek yg tragic gore juga hehe mungkin minggu depan aja posting nya lagi diutak-atik ceritanya

       
  3. penyayangkupukupu

    August 20, 2011 at 9:24 am

    Kampret, pahala aku berkurang gara2 mewek baca cerita ini😦

     
    • bomsq

      August 22, 2011 at 2:18 am

      *pukpukpuk*

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: