RSS

Lagu Dimasa Kanak-kanak

15 Mar

Mengenang masa-masa kecil dulu adalah hal yg sangat membahagiakan, apalagi sambil menyanyikan lagu-lagu semasa kanak-kanak.

Lagu-lagu tersebut masih terngiang dalam ingatan meskipun sudah sejak lebih dari puluhan tahun lalu terdengar dan dinyanyikan.

 

saya sendiri banyak lupa sama lirik-lirik lagunya, apalagi sama penciptanya, siapa penciptanya saya gatau secara jelas.

 

Berikut adalah lirik lagu-lagu anak Indonesia. Banyak dari lagu-lagu di bawah ini masih tidak diketahui nama pencipta maupun status hak ciptanya. Tapi ini yang saya inget doang hehe..

 

Aku Seorang Kapiten

Aku seorang Kapiten
Mempunyai pedang panjang
Kalau berjalan prok-prok-prok
Aku seorang Kapiten

Balonku

Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR!
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat

Bangun Tidur

Bangun tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis Mandi kutolong ibu
Membersihkan tempat tidurku

Bintang Kecil

Bintang kecil di langit yang tinggi
Amat banyak menghias angkasa
Aku ingin terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada

Bintang Kejora

Kupandang langit penuh bintang bertaburan
Berkelap kelip seumpama bintang berlian
Tampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku Bintang Kejora yang indah s’lalu

Bunda Piara

Bila kuingat lelah
ayah bunda
Bunda piara piara akan daku
sehingga aku besarlah

Waktuku kecil hidupku
amatlah senang
senang dipangku dipangku dipeluknya
serta dicium dicium dimanjakan
namanya kesayangan

Burung Hantu

Matahar terbenam, hari mulai malam
Terdengar burung hantu, suaranya merdu
Kukuk, kukuk, kukuk kukuk kukuk
Kukuk, kukuk, kukuk kukuk kukuk

Burung Kakaktua

Burung kakaktua
Hinggap di jendela
Nenek sudah tua
Giginya tinggal dua

Trek-jing … trek-jing …
Trek-jing tra-la-la
Trek-jing … trek-jing …
Trek-jing tra-la-la

Trek-jing … trek-jing …
Trek-jing tra-la-la
Burung kakaktua

Burung Kutilang

dipucuk pohon cempaka
burung kutilang berbunyi
bersiul, siul sepanjang hari
dengan tak jemu jemu
mengangguk angguk sambil berseru
trilili lili lilili

sambil berlompat lompatan
paruhnya slalu terbuka
digeleng gelengkan kepalanya
mnentang langit biru
tandanya ia suka berseru
trilili lili lilili

Cicak-cicak di Dinding

Cicak-cicak di dinding
diam diam merayap
datang seekor nyamuk
hap … lalu ditangkap

Dua Mata Saya

Dua mata saya
hidung saya satu
dua kaki saya pakai sepatu baru dua telinga saya yang kiri dan kanan satu mulut saya
tidak berhenti makan

Gelang Sipaku Gelang

gelang sipaku gelang
gelang si rama rama

mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama

mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama

Sayonara sayonara
Sampai berjumpa pulang

Sayonara sayonara
Sampai berjumpa pulang

Buat apa susah Buat apa susah
Susah itu tak ada gunanya

Kasih Ibu

Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,

Bagai sang surya, menyinari dunia.

KebunkuLihat kebunku
penuh dengan bunga

ada yang putih,
dan ada yang merah

setiap hari
kusiram semua
mawar melati,
semuanya indah!

Kring Kring…

(1)
Kring-kring-kring ada sepeda
Sepedaku roda tiga
Kudapat dari ayah
karena rajin belajar

(2)
Tok-tok-tok ada sepatu
Sepatuku kulit lembu
Kudapat dari ibu
karena rajin membantu

Layang-layang

Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang

Bermain berlari
Bermain layang-layang
Berlari kubawa ke tanah lapang
Hatiku riang dan senang

Naik Delman

Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
naik delman istimewa ku duduk di muka
Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendarai kuda supaya baik jalannya

Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak suara s’patu kuda

Naik Gunung

Naik – naik, ke puncak gunung
tinggi – tinggi sekali
Naik – naik, ke puncak gunung
tinggi – tinggi sekali

Kiri – kanan kulihat saja
banyak pohon cemara
Kiri – kanan kulihat saja
banyak pohon cemara

Naik Kereta Api

Naik kereta api … tut … tut … tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung … Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama

Cepat kretaku jalan …tut…tut…tut
Banyak penumpang turut
K’retaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun
Penumpang semua turun

Nina Bobo

Nina bobo oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamukTidurlah sayang, adikku manis…
Kalau tidak bobo digigit nyamuk

Pelangi

Pelangi pelangi
alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau
di langit yang biru

Pelukismu Agung, siapa gerangan
Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan!

Pergi Belajar

oh, ibu dan ayah, selamat pagi
kupergi sekolah sampai kan nanti

ibu dan ayah:

selamat belajar nak penuh semangat
rajinlah selalu tentu kau dapat
hormati gurumu sayangi teman
itulah tandanya kau murid budiman

Satu satu aku sayang ibu

Satu satu, aku sayang ibu!
Dua dua, juga sayang ayah!
Tiga tiga.. sayang adik kakak!
Satu-dua-tiga, sayang semuanya!

Selamat Ulang Tahun

Selamat
Ulang tahun,
Kami ucapkan.

Selamat
Panjang umur!
Kita ‘kan doakan.

Selamat
Sejahtera, sehat sentosa!!

Selamat panjang umur
dan bahagia!

Si Kancil Nakal

Si Kancil anak nakal
Suka mencuri timun
Ayo lekas ditangkap
Jangan diberi ampun

Soleram

Soleram soleram
Soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya

Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium marahlah pipinya

Taman Kanak-Kanak

Taman yang paling indah
hanya taman kami
Taman yang paling indah
hanya taman kami

Tempat bermain
berteman banyak
itulah taman kami
taman kanak-kanak

Topi Saya Bundar

Topi saya bundar.
Bundar topi saya.

Kalau tidak bundar,
bukan topi saya!

Anjing kecil

Aku punya anjing kecil
Kuberi nama Helly
Dia senang bermain-main
Sambil berlari-lari
Helly! Guk! Guk! Guk!
Kemari! Guk! Guk! Guk!
Ayo lari-lari…
Helly! Guk! Guk! Guk!
Kemari! Guk! Guk! Guk!
Ayo lari-lari

Bangun Pagi

Satu dua, tiga empat
Lima Enam, tujuh delapan
siapa rajin kesekolah
cari ilmu sampai dapat

sungguh senang
amat senang
bangun pagi pagi
sunggu senang

Kupu-Kupu

Kupu-kupu yang lucu
kemana engkau terbang
hilir mudik mencari
bunga-bunga yang kembang
berayun ayun
pada tangkai yang lemah
tidakkah sayapmu
merasa lelah

NAIK BECAK

saya mau tamasya
berkeliling keliling kota
hendak melihat-lihat keramaian yang ada
saya panggilkan becak
kereta tak berkuda
becak, becak, coba bawa saya

saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki
melihat dengan asyik
ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari
bagaikan tak berhenti
becak, becak, jalan hati-hati

NENEK MOYANGKU

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang

 

 
Leave a comment

Posted by on March 15, 2011 in Selewat Kata

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: