RSS

Tanpa tanda baca

13 Jan

Perjalanan ku selama ini ternyata tanpa tanda baca, tak ada huruf kapital di awalnya.  Yang tak bisa ku ingat aksara apa. Ku tak pernah yakin apakah titik mesti ada, tanpa tanda petik, huruf demi huruf berderet rapat

Setiap kali terlepas, aku pun merasa gerah lagi dihimpitnya.  Tanpa pernah bisa membaca ulang dengan cermat, harus terus ku susun kalimat demi kalimat ini tanpa perlu merisaukan apakah semua nanti mampat

Pada sebuah tanda tanya ku bertanya.

Tapi, bukankah kita sudah mencari jawaban? Dan kemudian memulai lagi, merakit alinea demi alinea,  menyusun sebuah dongeng?

Tapi bukankah tak ada huruf kapital ketika kita bicara?

Bukankah hidup memang tak memerlukan tanda baca?

 
Leave a comment

Posted by on January 13, 2011 in Selewat Kata

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: